PERAN PENDIDIKAN KEJURUAN INDONESIA DI ERA GLOBAL

Oleh: Suyitno

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan proses dan hasil pembelajaran. Tidak hanya kebutuhan belajar di sekolah, tetapi kualitas lulusan menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan kejuruan. ( Suyitno. 2015: 206). Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan proses dan hasil pembelajaran. Proses akan menempa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Kualitas lulusan menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan kejuruan. ( Suyitno. 2016: 101)

Dunia otomotif merupakan dunia yang cukup populer saat ini

Adanya perkembangan dunia otomotif mendongkrak berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Kehadiran berbagai kendaraan (khususnya mobil) membuat semakin banyak peluang para mekanik otomotif dibutuhkan dalam dunia kerja. Tidak pelak, kehadiran Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK), Politeknik dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  dengan program studi Otomotif semakin banyak. (Suyitno, 2015:3)

Dari beberapa pendapat di atas, dapat diartikan pendidikan kejuruan adalah sebuah kegiatan proses belajar mengajar yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja secara profesional bidang tertentu. Maksudnya adalah setiap peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada bidang teknologi dan kejuruan dapat langsung terjun ke dunia kerja tanpa diragukan lagi kemampuannya. Sebab, peserta didik yang telah lulus melalui jenjang pendidikannya kejuruan sudah mempunyai bekal dan pengalaman pada bidang tertentu. Selain itu, dalam konteks negara Indonesia, dapat juga bahwa nantinya setelah selesai dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai bidang keahliannya. Sistem pendidikan di indonesia membagi pendidikan kejuruan secara terpisah dengan pendidikan akademik.

Ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan pendidikan kejuruan agar lulusannya terserap lapangan usaha dan lapangan kerja, yaitu masalah kesesuaian jumlah (proporsi)  lulusan setiap program keahlian dengan kebutuhan dunia kerja. Keberadaan pendiidkan kejuruan seharusnya didasarkan pada analisis kebutuhan tenaga kerja (demand and supply analisys). Seharusnya jika menghitung rasio lulusan dan kebutuhan dunia kerja harus sesuai. Jadi tidak ada salah satu jurusan yang terlalu menumpuk pada salah satu program studi padahal kebuthannya hanya sedikit. Selain itu kompetensi yang di kembangkan harus juga relevan dengan yang ada di industri. Artinya antara kepentingan dunia industri kepentingan dunia pendiidkan selalu beriringan caves.

DAFTAR PUSTAKA

Suyitno. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Pengukuran Teknik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal jptk.uny Vol 23, No 1 (2016) . http://journal.uny.ac.id/index.php/jptk/article/view/9359. Di akses 30 Mei 2016.

Suyitno. 2015. Evaluasi pelaksanaan praktik industri SMK di Yogyakarta. Autotech. vol.06/No.02/Juni 2015. http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/autotext/article/view/2318. Diakses tanggal 10 Mei 2016.

Suyitno. 2015. Pengukuran Teknik, untuk Teknik Otomotif.Yogyakarta: K-Media

Suyitno. 2015. 7 Teknik Menguasai Auto CAD 2D dan 3D.Yogyakarta: K-Media

Suyitno. 2014. Sistem Pemindah Tenaga Otomotif.Yogyakarta: Danadyaksa

Suyitno, Pardjono & Herminarto Sofyan. 2017. Work Based Learning Terintegrasi Konsep, strategi dan implementasi dalam pendidikan kejuruan. Yogyakarta: K-Media

S, Suyitno. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Pengukuran Teknik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal jptk.uny Vol 23, No 1 (2016) . http://journal.uny.ac.id/index.php/jptk/article/view/9359. Di akses 30 Mei 2016.

S, Suyitno. 2015. Evaluasi pelaksanaan praktik industri SMK di Yogyakarta. Autotech. vol.06/No.02/Juni 2015. http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/autotext/article/view/2318. Diakses tanggal 10 Mei 2016.

Suyitno. 2015. Pengukuran Teknik, untuk Teknik Otomotif.Yogyakarta: K-Media

S, Suyitno. 2015. 7 Teknik Menguasai Auto CAD 2D dan 3D.Yogyakarta: K-Media

S, Suyitno. 2014. Sistem Pemindah Tenaga Otomotif.Yogyakarta: Danadyaksa

S, Suyitno, Pardjono & Herminarto Sofyan. 2017. Work Based Learning Terintegrasi Konsep, strategi dan implementasi dalam pendidikan kejuruan. Yogyakarta: K-Media

S Suyitno. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Pengukuran Teknik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal jptk.uny Vol 23, No 1 (2016) . http://journal.uny.ac.id/index.php/jptk/article/view/9359. Di akses 30 Mei 2016.

S Suyitno. 2015. Evaluasi pelaksanaan praktik industri SMK di Yogyakarta. Autotech. vol.06/No.02/Juni 2015. http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/autotext/article/view/2318. Diakses tanggal 10 Mei 2016.

Suyitno. 2015. Pengukuran Teknik, untuk Teknik Otomotif.Yogyakarta: K-Media

S. Suyitno. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Pengukuran Teknik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal jptk.uny Vol 23, No 1 (2016) . http://journal.uny.ac.id/index.php/jptk/article/view/9359. Di akses 30 Mei 2016.

S. Suyitno. 2015. Evaluasi pelaksanaan praktik industri SMK di Yogyakarta. Autotech. vol.06/No.02/Juni 2015. http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/autotext/article/view/2318. Diakses tanggal 10 Mei 2016.

Suyitno. 2015. Pengukuran Teknik, untuk Teknik Otomotif.Yogyakarta: K-Media