Menjadi Mahasiswa Kreatif

Orang yang tidak memiliki tujuan hidup serta visi misi yang jelas, ibarat benda-benda luar angkasa yang sama halnya dengan planet 5 sexy outfit ideas recommend to you atau asteroid yang beredar secara rutin. Dia tidak tahu dimana pusat orbitnya, begitulah menurut Ari Ginanjar Agustian pakar ESQ.

Sama juga dengan orang yang tidak kreatif, dia hanya melakukan hal-hal yang biasa saja.

Setiap hari yang dia lakukan hanya itu-itu saja dan dalam hidupnya tidak ada hal-hal yang baru dan menantang serta menggairahkan. Dia umumnya akan merasakan kebosanan-kebosanan serta sulit untuk mengembangkan kehidupanya.

Menjadi kreatif pastilah merupakan impian semua orang, apalagi mahasiswa yang mempunyai jiwa semangat cukup tinggi. Untuk mencapai prestasi tersebut, pastilah outfit ideas what you need diperlukan usaha keras.

Sebagai mahasiswa, sekarang banyak tawaran lomba-lomba yang membutuhkan ide-ide kreatif, salah satunya adalah penelitian dan penulisan.Tahap pertama yang harus dilakukan seorang penulis atau seorang peneliti adalah menemukan gagasan atau ide tentang apa yang hendak ditulis atau diteliti. Ketika karya dinyatakan bagus dan menarik, karya itu merupakan karya kreatif dan dimungkinkan lolos dalam penjurian.

KRITERIA KREATIF

Kreatif tidak sama dengan waton bedo lan waton ono ( asal berbeda dan asal ada). Menurut pendapat saya, suatu ide dapat dikatakan kreatif jika idenya tersebut BARU SIP ( singkatan dari Bermanfaat, Asli, Realistis, Unggul, Spesialis, Inovatif, dan Produktif  ) :

1. Bermanfaat

Ide bernilai tinggi hanya jika berpotensi memberi manfaat bagi banyak orang atau masyarakat luas dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi. Ide yang demikian, berpeluang besar untuk memberi keuntungan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun penemunya. Tidak kalah pentingnya, ilmu itu bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan untuk perkembangan suatu bangsa.

2. Asli

Ide bernilai tinggi jika benar-benar asli ( orisinil ) bukan tiruan, curian, jiplakan atau plagiat dari ide orang lain. Selain itu juga bukan merupakan duplikasi tanpa sengaja dari ide orang lain yang sudah lebih dulu diwujudkan dan atau dipublikasikan.

3. Realistis

Ide sederhana yang relatif mudah diwujudkan sering kali jauh lebih berharga daripada ide muluk-muluk yang hanya merupakan otopia belaka.

4. Unggul

Ide baru juga bernilai tinggi hanya jika mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan teknik yang sudah ada atau cara yang sudah biasa digunakan sebelumnya. Sebagai contoh : lebih murah, lebih praktis, lebih ringan, lebih hemat, lebih enak, lebih aman, dan segala kebaikan yang lainnya.

5. Spesialis

Spesial, itulah biasanya orang berkata jika ini hanya untuk orang yang tercinta. Lain halnya dengan spesialis yang dimaksud disini. Spesialis disini adalah fokus/spesifik. Jika ada dokter spesialis THT, mata, maka fokus yang saya maksud adalah jangan sampai ide ini mengglobal/terlalu luas dalam pembahasanya. Jika seperti itu, akan menyulitkan penulis/peneliti dalam membahas tulisanya. Lain halnya apabila fokus, dalam pembahasan akan lebih mengena karena semakin dalam.

6. Inovatif

Inovatif di sini memiliki inovasi yang lebih baik, selalu ada saja hal-hal yang membuat menarik dari ide yang dikerjakan. Ide yang bagus selalu mengikuti perkembangan  zaman, selalu up to date sesuai zaman saat itu.

7. Produktif

Banyak orang yang mendambakan menjadi penulis dan peneliti produktif. Mereka memaknai produktif adalah selalu berproduksi dalam tulisan-tulisannya. Begitu juga dengan ide kreatif, ide tersebut kalau bisa selalu bercabang dan berkembang sebanyak mungkin, karena suatu ide yang bagus itu ide yang tidak mati hanya karena waktu.

MENUMBUHKAN KREATIVITAS

Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Barang siapa menanam maka dia akan memetik hasilnya, begitulah kata banyak orang. Begitu juga dengan ide kreatif, bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain :

1.  Banyak membaca

Pada prinsipnya, mencari ide bukanlah mencari sesuatu yang berada di luar diri kita. Mencari ide adalah mencari sesuatu yang sudah ada dalam pikiran kita. Dengan banyak membaca, kita mengisi pikiran dengan bahan-bahan berupa potongan-potongan informasi yang dapat dianalogikan seperti mengumpulkan potongan-potongan puzzel. Bila rangkaian potongan-potongan puzzel informasi tersebut telah lengkap atau setidaknya hampir lengkap, maka akan tampak sebuah gambar/bentuk yang memiliki makna cukup jelas yang dapat berupa ide kreatif. Adapun potongan-potongan puzzel yang belum ada, harus dilengkapi pada saat mewujudkan ide tersebut. Bacaan tidak harus berupa buku, tetapi bisa majalah, koran, atau artikel-artikel dan jurnal-jurnal penelitian di internet. Yang penting, isinya bermutu dan sesuai dengan kebutuhan dan minat kita. Semakin banyak informasi bermutu yang kita peroleh, berarti semakin banyak potongan puzzel yang kita kumpulkan. Kita harus membiasakan membaca,  dimanapun dan  kapanpun. Tidak harus banyak uang untuk membeli buku yang mahal, sekarang sudah terbuka lebar perpustakaan, toko buku yang bukunya bisa dibaca ditempat. Hal itu berarti peluang untuk mendapatkan ide kreatif semakin besar.

 

 

 

2. Sering mengamati

Mengamati tidak sama dengan melihat. Mengamati adalah melihat dengan mata dan otak. Kebanyakan orang, kalau melihat sesuatu benda atau kejadian yang menarik akan berhenti pada melihat dan mengagumi saja. Seorang penulis/peneliti tidak hanya sampai di situ saja, tetapi kemudian berfikir bagaimana bisa, mengapa demikian, dan seterusnya. Latihan mengamati ini perlu dilakukan sebagai kebiasaan hidup dan bukan hanya dilakukan ketika hendak menulis/meneliti saja. ”Open your mind”, itulah yang harus kita lakukan untuk memasukkan ide-ide tersebut kedalam otak kita. Jika kita mengamati kita harus membuka pikiran kita lebar-lebar. Jika kita tidak mau membuka pikiran kita pada waktu mengamati sesuatu, maka itu sama halnya dengan mempersilahkan tamu tetapi tidak membukakan pintu rumah kita.

3. Sering berdiskusi

Berdiskusi dengan orang lain yang mempunyai minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang sama dengan kita sangat diperlukan untuk memperdalam dan memperluas wawasan. Namun demikian, diperlukan juga diskusi dengan orang dengan minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang lain agar kita memiliki pemahaman yang lebih komprehensif pada aspek-aspek yang melingkupi bidang yang kita minati. Format diskusi tidak perlu formal seperti seminar atau diskusi panel. Obrolan santai sambil minum kopi justru sering lebih efektif. Manfaat serupa juga dapat diperoleh dengan mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam forum-forum diskusi di internet.

4. Mendengar keluhan, kritik dan saran

Kalau kita bisa mendengar dan menyaring keluhan, kritik, dan saran dari orang lain, tidak jarang terdapat cikal bakal ide cemerlang yang tanpa sengaja mereka sampaikan kepada kita.

5. Mengagumi dan menikmati alam

Sesekali menikmati keindahan alam seperti gunung, sungai, danau, hutan atau laut sering memberikan banyak inspirasi. Banyak seorang penulis/penelitia yang bisa merampungkan tulisannya dengan cepat karena dia menenangkan diri dan mencari inspirasi menulis sambil menikmati alam semesta ini.

7. Berdoa dan mohon petunjuk dari Sang Pencipta

Segala usaha manusia tidak akan ada hasilnya jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka berdoalah, karena kita semua percaya bahwa tuhan itu ada. Dialah pengenggam seluruh isi bumi dan seluruh alam semesta ini, maka jika kita bersungguh-sungguh disertai dengan usaha, bagi Tuhan sangat mudah untuk mengabulkan permintaan hambanya.(yitno)