6 Negara Ikuti Konferensi Literasi Pendidikan di UM Purworejo

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggelar International Conference on Education (ICE) 2017 di ruang seminar UMP, Sabtu (4/11). Penguatan literasi pendidikan guna menghadapi kompetisi global menjadi topik utama yang diperbincangkan dalam konferensi tersebut dengan mengangkat tema Strengthening Education Literacy for Global Competitiveness.

Konferensi diikuti 172 peserta dari kalangan akademisi, praktisi, dan pakar pendidikan. Beberapa peserta berasal dari luar Indonesia, antara lain Polandia, Singapura, Ruanda, Uganda, Malaysia, dan Taiwan.

Yuli Widiyono MPd, ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa ICE digelar sebagai salah satu bentuk perhatian FKIP UMP terhadap dunia pendidikan yang saat ini tengah diramaikan dengan isu literasi. Adanya ICE diharapkan dapat semakin menguatkan literasi pendidikan dalam menghadapi kompetisi global.

“Peserta mayoritas dosen dari keenam negara itu dan Indonesia, serta sejumlah utusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain mendiskusikan berbagai hal tentang literasi pendidikan, para peserta dalam ICE ini diharapkan juga dapat menindaklanjuti dengan kerja sama dan terbentuk mitra pendidikan serta literasi pendidikan. Juga untuk mencari solusi atau pemecahan persoalan yang dihadapi dunia pendidikan. Sekaligus mengatur strategi pendidikan, khususnya teknologi, media, dan tentu saja isu-isu literasi lainnya,” kata Ketua Panitia Kegiatan   Yuli Widiyono MPd yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP.

Disebutkan, terdapat empat pembicara dalam ICE yang baru kali pertama digelar ini. Masing-masing yakni Prof Ocky Karna Radjasa MSc PhD (DRPM Risktek Dikti Indonesia), Assoc Prof Dr Hamdan Said (University Teknologi Malaysia), Dr Jessy Png Lay Hoon (NIE Nanyang Technological University Singapore), dan Prof Dr Sugeng Eko Putro Widoyoko MPd (UMP).

“Ada 105 pemakalah paralel presenter dari 158 penulis,” sebutnya.

Rektor UMP, Drs H Supriyono PMd, saat membuka konferensi mengungkapkan bahwa literasi pendidikan di dalam persaingan global sangat dinamis. Indonesia dengan berbagai bidang literasi harus mampu memainkan peran penting agar dapat berhasil dalam menghadapi persaingan tersebut.

“Dengan demikian saya optimis konferensi ini memberikan kontribusi atas usaha kita menguatkan literasi pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Sugeng Eko Putro Widoyoko, M.Pd dalam paparannya terkait model pembelajaran literasi menyatakan bahwa  penilaian dalam model pembelajaran literasi memiliki aspek penilaian yang kompleks. Tidak cukup hanya menggunakan tes atau penilaian kognitif.

“Selama ini yang terjadi bahwa penilaian lebih banyak pada tes, padahal keterampilan dan sikap itu tdk bisa hanya diukur degan tes. Karena itu, seharusnya memaki penilaian otentik, misalnya siswa diminta melakukan sesuatu degan rubrik-rubrik yang ada,” paparnya.

Konferensi juga diisi dengan penandatanganan kesepakatan bidang literasi dan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara FKIP UMP Universitas Surakarta, Universitas WR Supratman Surabaya, dan Unimus Semarang. Sehingga melalui kegiatan yang baru pertama kali digelar di UMP ini, diharapkan dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap tantangan di dunia global. Akhmad Musdani