Dosen Pendidikan Teknik Otomotif UM Purworejo Dorong UMKM Bengkel Mobil Naik Kelas, Integrasikan Teknologi Injeksi dan Manajemen

Klaten, 14 Oktober 2025 — Tim dosen Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha bengkel mobil berbasis nilai tambah (added value). Kegiatan yang merupakan bagian dari hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (DIKTISAINTEK) skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini berlangsung di Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Tim pelaksana yang terdiri dari Dr. Arif Susanto, M.Pd. selaku ketua, bersama anggota Widiyatmoko, M.Pd. dan Fitri Rahmawati, S.E., M.M., menggandeng Bengkel Mobil “Samudra Auto Clinic 86” sebagai mitra utama. Bengkel yang berlokasi di Barepan Wetan RT 07/RW 04 tersebut dipimpin oleh Rohmad Abdulah.

Dalam program ini, tim PKM memberikan pelatihan teknis servis mobil berteknologi injeksi dengan memanfaatkan peralatan scanner modern. Selain itu, kegiatan juga mencakup penguatan aspek manajerial, mulai dari pengelolaan usaha, administrasi bengkel, hingga penyusunan laporan keuangan yang informatif.

Ketua tim PKM, Dr. Arif Susanto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan daya saing UMKM bengkel di tengah perkembangan teknologi otomotif. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membekali mitra dengan kemampuan manajemen usaha yang komprehensif agar bengkel mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi juga pendampingan intensif. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi tantangan industri jasa otomotif yang semakin kompetitif.

Sementara itu, pimpinan bengkel, Rohmad Abdulah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memahami teknologi injeksi dan penggunaan alat scanner. Kami juga jadi lebih tertata dalam administrasi dan keuangan,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, Rohmad juga menilai bahwa program ini membuka wawasan baru bagi dirinya dan para karyawan dalam mengelola usaha secara profesional dan berorientasi pada pelayanan pelanggan.

Selain aspek teknis dan manajerial, tim PKM juga memberikan edukasi terkait manajemen Lingkungan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (LK3). Hal ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung praktik usaha yang ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia, kapasitas usaha, serta daya saing bengkel mitra. Pemberian hibah peralatan pendukung juga menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan servis berbasis teknologi injeksi.

Program ini sekaligus menjadi upaya nyata perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pekerjaan, dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat lokal.

Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=wkegBH8_Ak8